Analysis of the Social and Institutional Readiness of Fishermen in Kurau Village in the Implementation of the Blue Economy

Analisis Kesiapan Sosial dan Kelembagaan Nelayan Desa Kurau dalam Implementasi Ekonomi Biru

  • Lizha Dwi Mulya Putri Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Bangka Belitung
  • Dareen Nadya Rema Program Studi Perikanan Tangkap, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
  • Azizah Azizah Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Bangka Belitung
  • Dinda Mardiani Lubis Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Bangka Belitung
  • Hanisa Hanisa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Bangka Belitung
  • Ilham Firdaus Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Bangka Belitung
  • Indah Citra Islamiyah Program Studi Perikanan Tangkap, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
  • Gilang Putra Amuria Program Studi Perikanan Tangkap, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Keywords: Kurau Village, blue economy, fishermen’s institutions, social readiness, SWOT

Abstract

This study aimed to analyze the level of social and institutional readiness of fishing communities in Kurau Village to support blue economy implementation and to identify strategies for strengthening it. The study was conducted in Kurau Village, Koba District, Central Bangka Regency, from July to October 2025. Data were collected through surveys and interviews with 40 fishers using gillnets, lift nets, hook and line, and traps, with 10 respondents representing each fishing gear group. Analysis was conducted using a scoring method based on five dimensions: blue economy knowledge and understanding, community participation, existence and strength of local institutions, legality and organizational structure, and access to financing and technical assistance. The results showed that the overall social and institutional readiness score was 2.45, categorized as approaching readiness, indicating that the community was relatively prepared but still required improvements in institutional capacity, organizational legality, and access to financing. Community participation had the highest score (2.90), while legality and organizational structure had the lowest score (2.12). By fishing gear, lift-net fishers had the highest readiness score (2.87), followed by hook-and-line fishers (2.68), trap fishers (2.52), and gillnet fishers (1.72). SWOT analysis placed Kurau fishers in Quadrant I (Strengths–Opportunities) with coordinates of (0.71; 0.56). The SO strategy ranked first with a score of 4.36, prioritizing the establishment and legalization of a fishers’ cooperative by leveraging social capital and government support, strengthening networks and market information, and improving literacy, managerial capacity, and access to financing, particularly for gillnet fishers. This strategy is expected to strengthen fishers’ readiness to support an inclusive, self-reliant, and sustainable blue economy.

References

Abdul Majid, Niswah, F. M., Rohmah, L., & Pratiwi, E. R. (2022). The priority problems and solutions of waqf for micro business capital to increase farmer’s productivity in Lamongan East Java. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 9(6), 913–922. https://doi.org/10.20473/vol9iss20226pp913-922

Alhowaish, A. K. (2026). Blue economy readiness and community engagement in Qatif city, Saudi Arabia. Frontiers in Marine Science, 13, 1741296. https://doi.org/10.3389/fmars.2026.1741296

Aswad, N., & Tarlani. (2023). Kesiapan Desa Cipamekar menuju desa wisata di Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang. Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning, 3(2), 503–512. https://doi.org/10.29313/bcsurp.v3i2.8595

Chamidah, N., Rosyidi, M. I., Putra, A. A., & Suwarno, P. (2025). The role of communication in structuring religionists and the military for blue economy development. NYIMAK: Journal of Communication, 9(1), 51–59. http://jurnal.umt.ac.id/index.php/nyimak

Evans, L. S., Buchan, P. M., Fortnam, M., Honig, M., & Heaps, L. (2023). Putting coastal communities at the center of a sustainable blue economy: A review of risks, opportunities, and strategies. Frontiers in Political Science, 4, 1032204. https://doi.org/10.3389/fpos.2022.1032204

Fernanto, G., Amiruddin, S., & Maulana, D. (2022). Efektivitas kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan. Jurnal Ilmu Administrasi Publik – Dialogue, 4(1), 194–214. https://doi.org/10.14710/dialogue.v4i1.13659

Henggu, K. U., Umbu, E., Retang, K., van Kaleka, L., Nahu, Y. H., Wora, U. D., Ndahawali, S., Indah, R. H., & Njanji, U. (2025). Pemberdayaan kemitraan masyarakat dalam rangka penguatan hilirisasi ekonomi biru melalui diversifikasi produk perikanan pada kelompok perempuan nelayan KUB Parma Bahari. Community Development Journal, 6(1), 571–578. https://doi.org/10.31004/cdj.v6i1.40935

Hindayani, P., Pratama, A. R., & Anna, Z. (2021). Strategi prospektif pengembangan dalam ekowisata Waduk Cirata yang berkelanjutan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(3), 620–629. https://doi.org/10.14710/jil.19.3.620-629

Kusdiantoro, K., Fahrudin, A., Wisudo, S. H., & Juanda, B. (2019). Perikanan tangkap di Indonesia: Potret dan tantangan keberlanjutannya. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 14(2), 145. https://doi.org/10.15578/jsekp.v14i2.8056

Manzilati, A., Sari, Y., Suprayogi, S., & Efani, A. (2023). The effect of credit access on food security of small fishermen in East Java. HABITAT, 34(2), 132–140. https://doi.org/10.21776/ub.habitat.2023.034.2.12

Najib, M. A., Suryana, A. A. H., Iskandar, I., & Nurhayati, A. (2024). Analisis strategi pengembangan penghidupan berkelanjutan masyarakat nelayan di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan 19(1):101. https://doi.org/10.15578/jsekp.v19i1.13563

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan.

Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur.

Rahim, A. R., Aminin, & Utami, D. R. (2025). Pendampingan budidaya rumput laut Gracilaria verrucosa pada siswa Madrasah Aliyah (MA) Lamongan. DedikasiMU (Journal of Community Service), 7(3).

Restu Wilujeng, P., Pratama Saputra, P., Rahman, B., Febriani, L., & Hayati, L. (2021). Social capital in fishermen livelihood: Case study in “Kelompok Usaha Bersama” (KUBE) Ketapang, Pangkalpinang, Bangka. Jurnal Sosiologi Reflektif, 16(1).

Sana, I. N. L. (2025). Strategi pengelolaan pariwisata berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan di destinasi wisata alam Indonesia. Mandalika Journal of Business and Management Studies, 3(1). https://journal.institutemandalika.com/index.php/mjbm

Septya, F., Mumpuni Ngesti, S., & Ramadona, T. (2020). Strategi pengembangan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat nelayan Desa Sadai Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung. Jurnal TECHNO-FISH Vol. IV No. 1.

Sutisna, N., Firdaus, M. A., & Sundarta, M. I. (2025). Legal frameworks for sustainable blue economy: Harmonizing maritime resource governance and environmental protection. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1566(1), 012005. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1566/1/012005

Taruna, R. A. I. (2025). Peran pemerintah dalam melakukan pengawasan di sektor perikanan Indonesia. Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum, 3(3), 84–95. https://doi.org/10.59581/deposisi.v3i3.5452

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 Agenda for Sustainable Development (A/RES/70/1). United Nations General Assembly.

Wahyuni, S., Mursawal, A., & Kurniawan, R. (2025). Strategi pengelolaan berkelanjutan laut dan pulau-pulau kecil: Tinjauan terhadap pendekatan ekologis, sosial, dan kebijakan. South East Asian Management Concern (SEAMAC), 2(2), 71–78.

Watulfa, D. C., & Fithria, A. (2025). Optimalisasi pencatatan keuangan UMKM berbasis SAK EMKM untuk mendorong kemandirian finansial. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 6(2), 592–602. https://doi.org/10.33474/jp2m.v6i2.23695

World Bank, & United Nations Department of Economic and Social Affairs. (2017). The potential of the blue economy: Increasing long-term benefits of the sustainable use of marine resources for small island developing states and coastal least developed countries. World Bank.

Wulandari, A., Shohibuddin, M., & Satria, A. (2022). Strategi adaptasi rumah tangga nelayan dalam menghadapi dampak abrasi. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 17(2), 269. https://doi.org/10.15578/jsekp.v17i2.10364

Published
2026-10-25

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.